Peran Orangtua Terhadap Anak Berubah Seiring Waktu

Mungkin banyak yang tidak setuju dengan pendapat saya, tetapi berdasarkan pengalaman sebagai orangtua dari seorang putra, saya menemukan bahwa peran orangtua terhadap anak harus berubah seiring waktu. Kegagalan dalam memahami hal ini sering menyebabkan terjadinya benturan dan konflik yang menyusahkan.

Ada sebuah pandangan yang menyebabkan banyak orang tidak bisa menerima pandangan ini, yaitu karena mereka memandang orangtua ya orangtua, anak ya anak. Tidak ada bekas anak atau bekas orangtua.

Memang, pada dasarnya hal itu tidak berubah, tetapi interaksi antar manusia sifatnya dinamis dan statis. Manusia berubah setiap saat dan perubahan itu merubah keseimbangan hubungan antar tiap individu.

Contohnya saja, seorang ibu atau ayah, ia berperan sebagai seorang pelindung dari anaknya yang berusia di bawah 3-5 tahun. Ia akan terus berusaha berada agar anaknya tidak jauh darinya.

Hal itu akan berubah seiring dengan waktu karena sang anak akan tumbuh dan berkembang. Pada usia remaja, antara 15-16 tahun, sang anak akan merasa sekali tidak nyaman kalau sang ibu terus menempel pada dirinya. Ia akan merasa tidak bebas bergerak di dunia dan lingkungannya.

Pada usia remaja, seorang ibu, haruslah merubah caranya memperlakukan si anak. Ia tidak bisa lagi terus menerus menjadi pelindung dan “orangtua”, ia harus menyesuaikan diri dengan perkembangan fisik dan psikis si anak dengan lebih menjadi seorang kawan.

Begitu juga ketika sang anak dewasa dan menikah, tidak lagi seorang ayah atau ibu bisa melakukan peran dan fungsi yang sama, melindungi sang anak. Sang anak pasti akan menolak karena bagaimanapun ia sudah memiliki dunianya sendiri. Dalam hal ini, jika ibu dan bapak terus memaksakan peran yang sama seperti saat si anak kecil, hal itu akan rentan menjadi sebuah konflik antara orangtua dan anak.

Dalam situasi seperti ini, peran yang cocok bagi orangtua adalah sebagai teman atau saudara. Bukan lagi mutlak sebagai orangtua yang harus mendampingi dan mengasuh si anak.

Itulah alasan mengapa para orangtua harus sadar bahwa peran mereka akan berubah seiring dengan waktu. Orangtua harus waspada terhadap perkembangan anak mereka dan menyesuaikan peran apa yang cocok dalam hubungannya dengan si anak.

Orangtua harus sadar bahwa kata “orangtua” merupakan satu paket berisi berbagai peran yang harus dijalankan, yaitu orangtua, pelindung, pengasuh, guru, teman, kawan, sahabat, saudara, dan banyak lagi lainnya.

Sadarkah Anda tentang hal ini?