Sampai Kapan Orangtua Harus Mengasuh Anak Mereka?

Seorang anak akan selalu menjadi anak bagi orangtuanya. Sebuah fakta yang tidak terbantahkan karena seberapapun tua seseorang, ia akan tetap seorang anak bagi orangtuanya. Statusnya tidak akan pernah berubah.

Bila demikian, bukankah menimbulkan pertanyaan tersendiri tentang batasan waktu tentang sampai kapan orangtua harus mengasuh anak mereka? Kalau mengutip fakta di atas, maka parenting atau pengasuhan “anak” adalah seumur hidup dan baru berakhir setelah salah satunya meninggalkan dunia.

Pola pemikiran seperti ini pasti akan mendapatkan bantahan dari banyak orang. banyak yang akan merasa bahwa harus selalu ada batasan kalau tidak akan berat sekali tugas orangtua.

Meskipun demikian, batasan apa yang harus dipakai?

Hukum? Indonesia menetapkan bahwa seseorang berusia 17 tahun dianggap dewasa, memiliki hak pilih dan bisa mendapatkan Surat Izin Mengemudi. Batasan hukum berbeda di negara lain.

Berarti sudah bisa lepas dari pengasuhan? Tidak. Pada kenyataanya, di Indonesia, manusia berusia 17 tetap masih berada dalam pengasuhan orangtuanya.

Hal ini juga terlihat pada hukum lain di negara ini, yaitu UU NO 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Dalam undang-undang ini, disebutkan kalau seorang wanita berusia di bawah 21 tahun tidak boleh menikah tanpa persetujuan orangtuanya.

Dengan kata lain, usia di bawah 21 tahun masih dipandang belum dewasa sehingga harus mendapatkan pertimbangan ibu dan bapaknya jika hendak menikah.

Berarti 21 tahun dianggap batasan?

Sebenarnya, belum tentu juga. Hubungan kekerabatan dan budaya di Indonesia, memperlihatkan bahwa meskipun sudah berkeluarga, tidak jarang pasangan suami istri akan terus berhubungan, meminta pendapat, konsultasi, kepada orangtua dari kedua belah pihak.

Jika pasangan suami istri bercerai pun, seringkali, keduanya akan kembali ke rumah orangtua masing-masing.

Tambahkan lagi, mayoritas pasangan suami istri, terutama yang bekerja akan meminta bantuan kepada orangtua mereka untuk mengurus anaknya, alias cucu si orangtua. Belum lagi masih banyak pasangan suami istri yang justru ditopang oleh kekuatan finansial orangtua mereka.

Kebiasaan tinggal bersama orangtua pun menunjukkan bahwa pasutri sekalipun masih banyak yang berada di bawah “pengasuhan” orangtua mereka.

Lalu batasannya dimana?

Pada dasarnya memang tidak ada batasan mutlak dan pasti. Lamanya orangtua harus mengasuh anak akan terpengaruh pada banyak hal, seperti

  • kekuatan finansial : seorang anak yang kekuatan finansialnya rendah biasanya akan tergantung lebih lama kepada orangtuanya, dengan begitu ia akan terus berada dalam masa pengasuhan. Apalagi kalau orangtuanya memiliki kekuatan finansial yang kuat
  • budaya/tradisi : banyak masyarakat di Indonesia yang masih mengadopsi sistem “tinggal bersama” antara orangtua dan anak dalam satu rumah. Tambahkan dengan kebiasaan untuk “selalu” meminta pandangan/pendapat/keputusan orangtua dalam banyak hal. Yang seperti ini akan memperpanjang masa pengasuhan orangtua kepada anaknya
  • kesehatan (fisik dan mental) : masih banyak orang yang sudah mencapai usia di atas 40 tahun, tetapi ia tidak mampu berdiri sendiri karena keterbatasan yang dimilikinya. Hal ini juga kerap membuat orangtua harus terus mengasuh anaknya
  • hirarki dalam masyarakat : semakin kental hirarki yang diterapkan, maka semakin lama seseorang harus berada di dalam pengasuhan orangtuanya, meski kadang tidak dengan sukarela. Semakin longgar, maka semakin pendek masa pengasuhan, seperti di Indonesia dan di Amerika Serikat
  • pola pandang orangtua dan anak : pasangan orangtua yang selalu merasa khawatir terhadap anaknya, cenderung menyukai masa pengasuhan yang lebih panjang. Bahkan, setelah anak mereka menikah pun kerap mereka ikut campur

Tidak ada kepastian berapa lama orangtua harus mengasuh anaknya.Semua itu akan tergantung pada orangtua dan anaknya sendiri. Sampai kapan mereka mau masa pengasuhan itu berlangsung.

Mau panjang, selama kedua belah pihak merasa nyaman, ya tidak masalah. kalau tidak, tentunya harus dicarikan jalan kompromi yang bisa memuaskan kedua belah pihak.

Oleh karena itu, kalau memang ada yang mau menerjemahkan “anak akan tetap anak” sebagai persetujuan bahwa masa pengasuhan berlangsung seumur hidup, ya tidak bisa disalahkan.

Bagaimana dengan Anda, berapa lama Anda merasa harus mengasuh anak-anak Anda?