Apa Tujuan Marah Kepada Anak ?

Marah kepada anak adalah sebuah hal yang biasa terjadi dalam sebuah keluarga. Semua keluarga pasti suatu waktu akan mengalami situasi seperti ini.

Lagi pula, bagaimanapun yang namanya anak pasti akan berbuat kesalahan yang menjengkelkan orangtuanya. Tidak ada anak yang tidak pernah sekalipun membuat bapak atau ibunya kesal terhadap apa yang dilakukannya.

Biasanya respon yang keluar dari sisi orangtua adalah marah terkadang membentak dan sampai menyakiti fisik sang anak.

Alasan yang umum dikemukakan oleh pihak orangtua adalah untuk mendidik sang anak agar tidak mengulangi kesalahan. Dengan memarahi anak, orangtua berpandangan akan membuat si anak kapok dan tidak lagi melakukan hal yang sama.

Tetapi, benarkah selalu demikian? Benarkah orangtua memang benar-benar memarahi anak untuk kebaikan?

Kenyataannya, tidak selalu demikian.

Banyak sekali orangtua yang melakukan hal itu karena sebab lain dan bukan benar-benar sesuai dengan tujuan dari marah itu sendiri.

O ya, sebuah kemarahan yang diperlihatkan orangtua sudah seharusnya memang bertujuan untuk kebaikan sang anak. Sayangnya, hal itu tidak selamanya terjadi.

Banyak orangtua yang marah karena hal lain, seperti

  • tidak bisa mengontrol emosinya dan memarahi anaknya sekedar untuk meluapkan kekesalan di hatinya saja
  • pelampiasan terhadap rasa frustrasi dan kekesalan yang disebabkan oleh pihak lain
  • merasa terganggu karena kesenangannya terganggu, seperti sedang asyik chatting dengan teman dan anak menyela
  • sedang berada dalam tekanan dan menjadikan anak sebagai sasaran pelampiasan amarah dan emosi di dalam hatinya

Yang paling sering terjadi adalah ketidakbisaan mengontrol emosi akibat tingkah laku si anak. Luapan kekesalan langsung memenuhi kepala dan hati sehingga tidak bisa berpikir jernih.

Oleh karena itu ada baiknya, orangtua yang merasa kesal dan emosi terhadap anaknya segera menyingkir sejenak untuk menenangkan diri. Mungkin 10-15 menit menjauh dari si anak agar hati dan kepala bisa menjadi dingin kembali.

Dengan begitu, ketika memang harus marah kepada si anak, hal itu dilakukan dengan tujuan yang memang seharusnya, yaitu demi kebaikan si anak itu sendiri.

Bukan sekedar karena ingin melampiaskan emosi dan rasa kesal saja.